PETRUS KASIHIW ” SUDAH SEKITAR 500 ORANG LEBIH PEMUDA PAPUA YANG DI LATIH UNTUK MENJADI TENAGA KERJA SIAP PAKAI

156

Sinarpapua.news,Bintuni – Sektor Migas merupakan salah satu penyumbang devisa utama di Indonesia, dicatat oleh Bank Indonesia, bahwa salah satu peyumbang devisa tersebut di pengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas, akan tetapi kenyataanya yang di dapati didaerah Indistri hulu migas seperti Kabupaten Teluk Bintuni ini, keberlimpahan sumber daya alam tidak serta Merta membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat, secara umum ada dua faktor yang menyebabkan kelimpahan sumber daya alam tidak secara langsung menjadi pembangkit pembangunan, antara lain faktor sumber daya manusia dan faktor tata kelola industri ” ungkap Petrus Kasihiw Bupati Teluk Bintuni.

” Terkait dengan faktor sumber daya manusia yang saya sebutkan tadi, maka dalam rangka mengimbangi tenaga kerja berkualifikasi global, pemerintah melalui SKK Migas telah mengeluarkan Roadmap Pengelolaan SDM Industri Migas Nasional yang di setujui pada awal 2013 lalu, dari Roadmap tersebut terlihat bahwa visi pengelolaan SDM Industri Hulu Migas Nasional adalah memastikan ketersediaan tenaga kerja nasional yang berkualitas global dan memiliki integritas nasional melalui kemitraan strategis dan kebijakan terintegrasi guna menjamin keamanan pasokan energi nasional secara global “.

” dalam beberapa kesempatan kita semua juga telah mendengar arahan dari Presiden Joko Widodo yang menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal di Industri Hulu Migas, oleh sebeb itu saya menyampaikan apresiasi yang setingi tingginya dan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada PetroTekno yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni untuk menyelenggarakan Pusat Pelatihan Tehnik Industri dan Migas, ini sama artinya dengan tersedianya anak muda Papua yang dilatih untuk menjadi tenaga kerja siap pakai di bidang Industri dan Migas ” .

Lanjut Bupati ” hingga kini masih saja ada stereotype yang berkembang di masyarakat khususnya di Teluk Bintuni bahwa kami belum sepenuhnya menjadi tuan atas tanah kami sendiri, lirik lagu suara kemiskinan yang di gubah oleh Franky Sahilatua, seakan masih akrab dengan hidup kami sehari hari, tanah kami tanah kaya laut kami laut kaya kami tidur di atas emas, berenang di atas minyak, tapi bukan kami punya, kami cuma berdagang buah pinang “.

” Namun ada harapan bagi orang tua para pemuda lulusan SMA dan SMK di Teluk Bintuni ketika P2TIM mulai beroperasi hingga sekarang dan mendidik pemuda asli Papua sebagai tenaga kerja siap pakai di bidang migas yang memenuhi standar sertifikasi nasional dan internasional sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja asing yang bekerja di kilang Tangguh LNG maupun proyek migas lainya “.

Bupati berharap ” Teluk Bintuni menanti pengabdian dan keterampilan kalian di tanah kita sendiri, melalui kompetensi kalian bangkitkan Industri Migas di Teluk Bintuni dan buatlah Bapa Mama kalian tidak lagi hanya berjualan pinang tapi turut menikmati hasil dari tanah dan laut kita yang kaya, jadilah tuan atas tanah kita sendiri, anak anakku ditangan kalian lah Teluk Bintuni akan menjadi Kabupaten yang maju produktif dan berdaya saing. tutup Bupati Teluk Bintuni. ( SL )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini