Pemda Teluk Bintuni Tanggap Virus African Swine Fever ( ASF )

383
  • Sinarpapua.news,Bintuni – Pihak kami sudah melakukan pencengahan untuk Virus African Swine Fever (ASF), kamu sudah melakukan terlebih dahulu, dari hari jumat 11 april 2021 dimulai dari sp2 dan sp3, sebelum mendapat surat edaran resmi dari dinas peternakan provinsi papua barat, serta kami tindak lanjuti kepada Pimpinan Kami dalam hal ini Kepala Dinas.

Kabid peternakan dan kesehatan hewan Esther buntu ,S.Pt, mengatakan setelah kami berbicara dengan kepala dinas kabupaten teluk bintuni, kami mengambil inisiatif melakukan penaganan pencegahan awal, karna virusĀ  ASF ini tidak menuggu waktu cepat sekali menyebar, sambil menuggu surat rekomendasi dari pimpinan yaitu bapak bupati atau pun bapak wakil bupati Terkait dengan lalulintas produk ternak babi, baik daging maupun ternaknya itu sendri Distrik menimeri, waraitama sp1, senin (26/4/21).

Ini hanya baru sebatas informasi dari provinsi tolong kabupaten mencegah, baik dalam bentuk pengobatan, maupun penyuluhan kepada masyarakat pelaku usaha ternak babi.

Terkait virus ASF seketika kami turun kelapangan, belum menemukan kondisi babi yang merujuk gejala gejala dari Virus tersebut, sementara masih dalam kondisi yang sehat sampai pada hari saat ini kami turun lapangan.

Kami sudah menyampaikan kepada penyuluh kami dinas peternakan yang berada dilapangan, tolong dibantu kami untuk melakukan pencegahanĀ  awal, serta menyampaikan kepada masyarakat virus ASF sudah sampe di Mansel.

“Kami usahakan agar babi tidak sampe terkena virus agar tidak punah keberadaan hewan ini, karena virus ASF ini belum ada obatnya” kata eshter

Karena daerah lain sudah membuat surat edaran dan kami dinas peternakan bintuni masih menuggu surat edaran, besok kami akan berkordinasi dengan Bapak Bupati atau Bapak Wakil Bupati mengenai surat edaran.

“sedangkan tanda-tanda adanya virus ASF pada hewan babi ini, demam tinggi, bercak merah dikulit, diare, muntah serta kejang-kejang” tutur eshter

Sampel darah hanya bisa dilakukan oleh pihak karantina, kami sudah berkordinasi dengan pihak karantina, tetapi keterbatasan karantina dikabupaten teluk bintuni belum mempunyai dokternya, Hasil sampel darah yang sudah diambil dibawa ke Maros (makassar).

“Babi yang sudah terjangkit virus ASF tidak disarankan untuk dikonsumsi tetapi dihindari, karena bila dikonsumsi namanya virus pasti ada efek, mungkin dalam hal ketahanan tubuh manusia”kata eshter

Kami melakukan penaganan pencegahan dengan menyuntikan vitamin B komplek, Antibiotik, kami juga melakukan penyemprotan kandang dengan Desinfektan serta meyampaikan kepada masyarakat agar tidak memasukan sembarangan orang ke kandang.

“Kami juga menghimabau kepada masyarakat jangan mengkonsumsi daging babi terlebih dahulu, lalulintas juga agar menyetop untuk daging dan ternaknya lebih dulu” tutup Esther.(SL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini