Yomima Tubes (Asmorom) Terpilih Sebagai Ketua Organisasi.

113

Sinarpapua.news,BINTUNI-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Teluk Bintuni, memfasilitasi pemilihan ikatan Perempuan Arfak (IPA) Teluk Bintuni di Gedung Woman & Child Center,Distrik Bintuni, selasa (27/4/21)

Suku Sough dan Moskona adalah dua suku asli di Teluk Bintuni dan menjadi bagian dari keluarga besar Suku Arfak di Papua Barat. Selain Sough dan Moskona, suku besar yang mendiami Tanah Sisar Matiti ini adalah Irarutu, Sebyar, Wamesa, Kuri dan Sumuri.

Saat dilakukan pemilihan ketua, sedikitnya ada lima perempuan dari dua suku itu yang dicalonkan, yakni Marlince Ibori, Yustina Ogoney, Yomima Tubes, Welmince Iba dan Sepina Dowansiba

Dari hasil pemilihan yang melibatkan 44 orang pemilih, Marlince Ibori mendapat 14 suara, Yustina Ogoney (1 suara),
Yomima yang berprofesi sebagai guru mendapatkan mendapat 16 suara, Welmince Iba (8 suara) serta Sepina Dowansiba (5 suara).

Perwakilan perempuan dari suku Sough dan Moskona sepakat menjadikan Yomima Tubes (Asmorom) sebagai ketua organisasi.

“Dari hasil ini, kita sepakati yang mendapatkan suara terbanyak otomatis terpilih menjadi ketua ya,”

Dengan kesepakatan itu, maka Marlince Ibori duduk sebagai Wakil Ketua, Welmince Iba sebagai Bendahara dan Dorus Orocomna sebagai sekretaris. Sementara jabatan pelindung dan penasehat, diisi Kepala Dinas DP3AKB Bintuni, istri Ketua LMA Sough dan istri Ketua LMA Moskona.

Para pengurus IPA di Teluk Bintuni ini, memiliki latar belakang profesi yang beragam, mulai PNS, pengurus PKK, mahasiswa, guru PNS, guru kontrak, perawat, wiraswasta dan ibu rumah tangga (IRT)

Terbentuknya struktur kepengurusan ini, para pengurus terpilih menindaklanjuti dengan melengkapi formasi struktur organisasi berupa seksi-seksi.

Yomima tubes, menyatakan tidak menyangka jika ia terpilih, namun ia berharap kedepan ia bisa memajukan perempuan perempuan Arfak di Teluk Bintuni agar lebih berpendidikan, maju dan berwawasan luas seperti perempuan lainnya.

“Kami perempuan Papua itu sampai saat ini masih terikat dengan budaya, tetapi kami juga mau untuk tampil harus maju sama dengan saudara saudara kita yang lain” pungkas yomima, ucapnya.(SL)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini