Frans Awak Buka Giat Pertemuan Rembuk Stunting (aksi 3) di Bintuni

oleh -15 views

Sinarpapua.news,Bintuni – Dalam rangka menekan angka Stunting di kabupaten teluk bintuni, dinas kesehatan ( DINKES ) kabupaten teluk bintuni menggelar kegiatan rembuk stunting aksi 3 di gedung women center jalan raya kali kodok Bintuni, Kamis 17/11/2022.

Dibuka oleh Plt Sekda teluk bintuni, Frans Awak menjelaskan dalam arahannya ” Ini kita masih diberi kesempatan, untuk melanjutkan tugas – tugas pemerintahan, pembangunan serta
Pelayanan kepada masyarakat, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya acara ini, semoga melalui acara ini tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten teluk bintuni “

Generasi penerus bangsa kita haruslah sehat,
Αnak Cerdas, kreatif dan produktif. Jika anak
Terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh Pendidikan Yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang masa depan kesuksesan pembangunan bangsa, sebaliknya jika anak Terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi Kronis, mereka akan menjadi anak yang stunting.

Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak Terlalu pendek dari usianya. Stunting tidak hanya Mengenai pertumbuhan anak yang terlambat, namun Juga berkaitan dengan perkembangan otak yang Kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar di bawah rata-rata, dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

Faktor utama yang menjadi penyebab stunting
Adalah buruknya asupan gizi dan rendahnya status pemicu dari kedua stunting ini adalah praktek pengasuhan anak yang Kurang baik, tidak tersedianya makanan bergizi dalam Rumah tangga, belum optimalnya layanan kesehatan Untuk ibu terutama selama masa kehamilan, layanan kesehatan untuk anak, kurangnya akses ke air bersih, kesehatan dan sanitasi.

Faktor penyebab hal tersebut perlu menjadi perhatian serius dari Kita bersama karena pembangunan yang dicita-citakan Akan tercapai jika kita fokus memacu perbaikan gizi Hingga berkualitas. Kerja keras dari seluruh Pemangku kepentingan diharapkan dapat membuahkan hasil yang optimal, sangat dibutuhkan adanya inovasi dan kolaborasi untuk mempercepat akselerasi penurunan stunting.

Lebih lanjut Frans Awak menjelaskan ” Pencegahan stunting sangat perlu dilakukan melalui dua cara yakni Intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. oleh karena itu, upaya penurunan dan pencegahan stunting akan efektif jika Intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif dilakukan konvergen dan terintegrasi oleh semua unsur baik dari Pemerintah, swasta dan masyarakat “

Prevelensi stunting di kabupaten teluk bintuni Penting, secara Intervensi berdasarkan data ssgi (survei status Dilaksanakan Indonesia), Kementerian kesehatan pada tahun 2021 yaitu 27,5%, untuk itu mari kita berkomitmen pada Tahun 2023, terjadi penurunan sebesar 4%, Sehingga prevalensi balita stunting kabupaten Teluk Bintuni dapat turun menjadi 23.5%. Gizi.

Dalam rangka percepatan penurunan stunting di
Kabupaten teluk bintuni, maka saat ini kita akan
Melaksanakan rembuk stunting tingkat kabupaten, melalui rembuk ini, semua pihak perlu bekerjasama dalam mendukung terwujudnya masyarakat mengkonsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan air minum dan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan Penganggaran sesuai fokus yang disepakati bersama, tutup Plt Sekda Teluk Bintuni ( AL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *