oleh -76 views

Sinarpapua.news,Bintuni – Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak, stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Kabupaten teluk bintuni provinsi Papua barat juga masih terdeteksi masih ditemukan sejumlah anak yang mengalami pertumbuhan yang tidak normal atau kekurangan asupan gizi yang seimbang, dinas kesehatan kabupaten teluk bintuni yang dalam hal ini bertanggung jawab penuh dari sisi penanganan teknis terhadap stunting.

Kepala dinas kesehatan kabupaten teluk bintuni F. D. Mobilala dalam kesempatannya kepada media dirinya mengatakan bahwa ” saat ini dalam penanganan stunting untuk wilayah papua barat lebih khusus kabupaten teluk bintuni berada di angka 26 persen, secara teknis, memang stunting menjadi tanggung jawab dinas kesehatan tapi perlu diketahui bersama bahwa ada juga dinas – dinas terkait yang menjadi urusan mereka secara tidak langsung seperti dinas pemberdayaan perempuan, dinas perumahan, pertanian dan juga perikanan, tegasnya

Untuk kabupaten teluk bintuni sendiri, kami telah menempatkan petugas di puskesmas kampung yakni petugas gizi untuk memonitoring stunting, dan hasilnya adalah dinas kesehatan telah berhasil menekan angka stunting dari 26 persen ke 22 persen per 2023 bulan mei baru – baru ini.

Selain hal tersebut, Mobilala juga menjelaskan, dinas kesehatan kabupaten teluk bintuni baru – baru ini saat peringatan HUT kabupaten teluk bintuni yang ke 20 tahun, teluk bintuni mendapatkan penghargaan dari gubernur Papua barat melalui dinas pemberdayaan perempuan, tentu saja hal ini menjadi prestasi yang baik untuk dinas kesehatan kabupaten teluk bintuni, tapi tidak berhenti sampai di situ saja, ini akan terus di usahakan agar bisa bebas dari stunting hingga ke anggak zero ( 0 ) dengan satu komando dari dinas ke puskesmas – puskesmas yang ada di kabupaten teluk bintuni, harap kadin kesehatan teluk bintuni.

Mobilala juga menambahkan ” kendala yang dihadapi saat ini yakni dari dinas terkait yang kesulitan untuk bernegosiasi, ya harapannya bahwa bapak bupati dapat mengumpulkan kita untuk rapat, karena ini bukan terhambat dari dinas terkait saja tapi juga hingga di kepala distrik dan kepala kampung, maka harus segera kita diskusikan, masih menjadi kendala dengan akses ke kampung – kampung yang sulit di akses kendaraan seperti moskona utara dan moskona timur, tak hanya itu melainkan ada juga kendala dari sisi adat, yah jadi, harapannya agar kepala kampung maupun tetua adat dapat ikut membantu secara bersama – sama kita bergotong royong mengatasi stunting ini, agar daerah kita bisa bebas stunting, tutupnya. ( AL )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *