Pesan Damai Anggota MRPB : Pakailah Roh Kasih Sayang Dalam Berpolitik Agar Semua Menjadi Damai

oleh -176 views

Sinarpapua.news,Bintuni – Hiruk pikuk suasana pemilihan umum serentak yang digelar di seluruh provinsi dan kabupaten kota seIndonesia pada 14 februari baru – baru ini, tak sedikit daerah yang menyisakan masalah yang kemudian menimbulkan perdebatan hingga berujung ke tindakan anarkis.

Kabupaten teluk bintuni provinsi papua barat, hal yang sama juga terjadi di daerah yang dikenal sebagai daerah penghasil gas ini, beberapa tempat pemungutan suara ( TPS ) terjadi pengulangan proses pemungutan suara dikarenakan adanya pelanggaran – pelanggaran pelaksanaan pemungutan suara yang di laporkan oleh masing – masing saksi partai politik sehingga mengharuskan KPU setempat harus mengulang proses pelaksanaan pemilu ( pemilihan suara ulang ).

Seiring dengan hal tersebut Anggota Majelis Rakyat Papua Barat ( MRPB ) periode 2023 – 2028 dari Pokja bidang agama, Pendeta Tobias Orocomna berharap bahwa nantinya hasil pemilihan legislatif 2024 yang baru – baru kita lalui ini akan menjadi representasi di DPRD, hasilnya akan memberikan kedamaian sehingga dapat mewarnai perumusan kebijakan dan peraturan perundang-undangan baik itu penganggaran dan pengawasan yang akan lebih berpihak pada kepentingan kesejahteraan masyarakat banyak.

” pesta demokrasi sudah selesai dan telah kita lalui bersama, sehingga saat ini sedang dalam masa tahapan proses pleno distrik dan pleno kabupaten juga sedang berlangsung, saya berharap dan berpesan kepada masyarakat bahwa siapa pun yang dapat atau tidak dapat ataupun terpilih dan tidak terpilih maka dialah yang dipilih oleh Tuhan karena kebenaran berkata bahwa banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih ”

Siapapun yang terpilih maka harus merangkul yang tidak terpilih agar supaya kita senantiasa menjaga kenyamanan, kedamaian di kota Bintuni kedepan, sebaliknya jangan menciptakan konflik dan perpecahan politik itu musiman sedangkan keluarga itu abadi, jangan kemudian politik tersebut kita jadikan jembatan kebencian kedendaman bahkan ketidak sukaan dengan seseorang, ujar Pendeta Tobias.

Lebih lanjut dirinya mengatakan ” juga ada kejadian yang mengakibatkan bangku – bangku gereja kosong sebab kepikiran tidak nyaman sembahyang di gereja tersebut karena ada seseorang yang dia benci, terus sebaliknya juga begitu maka akibatnya tempat ibadah bangku jadi kosong gara – gara politik, maka saya ingatkan kembali bahwa politik itu siap kalah siap menang itu adalah hasilnya maka wajib di terima dan syukuri ”

Kembali saya menghimbau kepada masyarakat kabupaten teluk bintuni secara umum bahwa mari kita saling menjaga tutur sapa menjaga lisan kita agar secara pribadi diri kita dan keluarga kita dapat saling merasakan kedamaian dan kesejukan jangan saling membenci tetapi mari kita saling merangkul satu sama lain demi terwujudnya Bintuni yang damai dan sejuk tanpa ada permusuhan juga perpecahan.( AL )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *